PELATIHAN
MENJADI GURU DI ERA PENDIDIKAN 4.0 DI
MTsN 3 MEDAN
Saat ini, kita menghadapi revolusi
industri keempat yang dikenal dengan Revolusi Industri 4.0. Ini merupakan era
inovasi disruptif, di mana inovasi ini berkembang sangat pesat, sehingga mampu
membantu terciptanya pasar baru. Inovasi ini juga mampu mengganggu atau merusak
pasar yang sudah ada dan lebih dahsyat lagi mampu menggantikan teknologi yang
sudah ada.
Menghadapi tantangan yang besar
tersebut maka pendidikan dituntut untuk berubah juga. Termasuk pendidikan pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah. Era pendidikan yang dipengaruhi oleh
revolusi industri 4.0 disebut Pendidikan 4.0. Pendidikan 4.0 merupakan
pendidikan yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses
pembelajaran atau dikenal dengan sistem siber (cyber system). Sistem ini mampu
membuat proses pembelajaran dapat berlangsung secara kontinu tanpa batas ruang
dan batas waktu.
Indonesia tergolong lambat dalam
merespon revolusi industri 4.0 dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia
dan Singapura. Sistem pendidikan 4.0 baru bergaung kencang dalam beberapa tahun
ini. Oleh karena itu, MTsN 3 cepat merespon dan menyediakan fasilitas yang
memadai dalam menyongsong era Pendidikan 4.0. Pelatihan pertama untuk guru
diadakan pada tanggal Sabtu, 27 April 2019. Kali ini dengan materi penyimpanan bahan
ajar di Cloud menggunakan google drive dengan menghadirkan pemateri dari Balai
Diklat Keagamaan Medan Drs. M. Taher, Nasution
Sebagai garda terdepan dalam dunia
pendidikan, guru harus mengupgrade kompetensi dalam menghadapi era Pendidikan
4.0. Peserta didik yang dihadapi guru saat ini merupakan generasi milenial yang
tidak asing lagi dengan dunia digital. Peserta didik sudah terbiasa dengan arus
informasi dan teknologi industri 4.0. Ini menunjukkan bahwa produk sekolah yang
diluluskan harus mampu menjawab tantangan industri 4.0.
Mengingat tantangan yang besar
tersebut, maka guru harus terus belajar meningkatkan kompetensi sehingga mampu
menghadapi peserta didik generasi milenial. Jangan sampai timbul istilah,
peserta didik era industri 4.0, belajar dalam ruang industri 3.0, dan diajarkan
oleh guru industri 2.0 atau bahkan 1.0. Jika ini terjadi, maka pendidikan kita
akan terus tertinggal dibandingkan negara lain yang telah siap menghadapi
perubahan besar ini. Kualitas guru harus sesuai dengan performa guru yang
dibutuhkan dalam era industri 4.0.
Oleh karena itu, guru harus
mengurangi dominasi pengetahuan dalam pendidikan dan pembelajaran dengan
harapan peserta didik mampu mengungguli kecerdasan mesin. Pendidikan yang
diimbangi dengan karakter dan literasi menjadikan peserta didik akan sangat
bijak dalam menggunakan mesin untuk kemaslahatan masyarakat.
Era pendidikan 4.0 merupakan jawaban
atas terjadinya revolusi industri 4.0. Guru 4.0 sangat dibutuhkan dalam
menghadapi era pendidikan 4.0. Bagaimana menjadi guru 4.0? Pertanyaan ini
sangat penting dijawab agar guru mampu meningkatkan kompetensi menuju guru 4.0.
Guru 4.0 memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik peserta didik
menghadapi Revolusi Industri 4.0. Guru 4.0 merupakan guru yang mampu menguasai
dan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran.
Butuh kompetensi
Revolusi industri 4.0 ditandai oleh
hadirnya empat hal, yaitu komputer super, kecerdasan buatan (artificial
intelligency), sistem siber (cyber system), dan kolaborasi manufaktur. Dengan
demikian dibutuhkan kompetensi yang mampu mengimbangi kehadiran keempat hal itu
dalam era Pendidikan 4.0. Kompetensi yang dibutuhkan tersebut merupakan salah
satu proyeksi kebutuhan kompetensi abad 21.
Rencananya pelatihan ini akan kontiniu dilakukan
dengan berbagai materi pendidikaan 4.0 yang membuat guru semakin terasah
keterampilan dan kemampuaannya. Demikian disampaikan oleh Kepala Madrasah
Tsanawiyah Negeri 3 Medan Dra. Hj. N. Cici Mahruliana, M.Si, yang sangat eksis ingin memajukan Madrasah dengan terlebih dahulu meningkatkan kemampuan gurunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar